NADIKABAR.COM — Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) berkolaborasi dengan Batik Keris menggelar fashion show dan lelang busana dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026, dengan seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk membantu permodalan UMKM perempuan binaan PPLIPI.

Ketua Umum PPLIPI Indah Suryadharma Ali mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk merayakan Hari Batik Nasional dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Acara yang penting bagi kami adalah lelang dari baju-baju hasil karya desainer kebanggaan kita. Masing-masing desainer memberikan satu karyanya dan kemudian nanti karyanya ini dilelang,” kata Indah dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Enam desainer, yakni Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Danny Satriadi, Priyo Oktaviano, Marini Zumarnis, dan Ayu Dyah Andari, turut berpartisipasi dengan menyumbangkan masing-masing satu karya untuk dilelang dalam kegiatan tersebut.

Indah menegaskan seluruh hasil lelang akan diberikan kepada pelaku UMKM perempuan binaan PPLIPI sebagai bantuan permodalan.

“Kita sudah bersepakat antara Batik Keris dan PPLIPI, hasil dari lelang nanti itu sepenuhnya akan kita berikan kepada para pelaku UMKM sebagai bantuan permodalan,” ujarnya.

Menurut dia, PPLIPI telah menjalankan program pemberdayaan UMKM perempuan selama sekitar 10 tahun dan telah memberikan bantuan permodalan kepada sekitar 10 ribu pelaku UMKM perempuan.

Indah mengatakan permodalan menjadi salah satu kebutuhan utama pelaku UMKM yang selama ini dibina PPLIPI, terutama bagi pelaku usaha skala kecil yang masih kesulitan mengakses pembiayaan dari perbankan.

“Mudah-mudahan dari kerjasama ini kami mendatangkan manfaat yang besar untuk masyarakat khususnya untuk perempuan, karena di dalam kondisi sekarang semakin banyak perempuan turut serta mensejahterakan keluarganya,“ katanya.

Selain permodalan, PPLIPI juga memberikan pendampingan melalui pelatihan pemasaran digital dan pengemasan produk.

Menurut Indah, sejumlah UMKM yang telah mendapatkan pendampingan mengalami perkembangan usaha, dari yang sebelumnya hanya berjualan menggunakan laptop hingga mampu memiliki warung atau kios.

Dalam kegiatan tersebut, busana yang dilelang menggunakan bahan batik dari Batik Keris yang kemudian diolah oleh para desainer menjadi busana dengan desain yang lebih modern.

Indah mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelestarian batik dengan perkembangan mode dan selera masyarakat saat ini.

Sementara itu, Komisaris Utama Batik Keris Lina Handianto mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan ekosistem batik dan UMKM yang berada di dalamnya.

Menurut Lina, batik tidak hanya merupakan kain dengan motif tertentu, tetapi juga mengandung sejarah, filosofi, serta hasil ketekunan para pelaku UMKM yang mengerjakannya.

“Di setiap motif yang ada itu tertera filosofi. Di situ ada sejarah Indonesia. Lebih lagi kami sangat menghargai UKM-UKM yang telah dengan tekun mengerjakan itu,” katanya.

Lina mengatakan Batik Keris yang telah menjalankan usaha selama sekitar 80 tahun berupaya mempertahankan batik dari generasi ke generasi dengan membuatnya tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Visi dari Batik Keris sejak founding father-nya adalah melestarikan batik dari generasi ke generasi. Caranya bagaimana kita harus selalu bisa membawa batik yang umur tradisinya sudah ratusan tahun menjadi terus relevan,” ujarnya.

Kegiatan peringatan Hari Batik Nasional 2026 yang digelar di Jakarta tersebut juga diisi dengan fashion show koleksi Batik Keris bertajuk “Rona Rempah”, pameran batik, serta penampilan penyanyi Vina Panduwinata, Cakra Khan, dan Sania.

Dana hasil lelang akan digunakan dalam program PPLIPI Peduli UMKM, yang dijadwalkan dilaksanakan pada November 2026.