"Produk UMKM ya, genteng dari tanah liat, sehingga kualitasnya itu terjaga dan itu akan dikirim melalui 600 truk yang akan direncanakan tanggal 8 November hari Minggu siang," pungkasnya.

Awal Februari lalu, Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh Indonesia. Ia menolak pemakaian atap seng yang dinilai mudah panas serta berkarat. Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui gerakan proyek gentengisasi yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

Prabowo menilai penggunaan seng tidak ideal bagi hunian masyarakat. Selain membuat suhu rumah lebih panas, seng juga mudah berkarat dan berdampak pada kenyamanan serta tampilan lingkungan.

"Saya lihat hampir semua kota, hampir semua desa kita, maaf ya, banyak seng. Ini panas untuk penghuni, juga berkarat," ujarnya.

Sang Kepala Negara menekankan pengembangan genteng nasional memungkinkan dilakukan karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri dan industrinya relatif terjangkau.