NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bangsa Indonesia tidak mau diganggu terus-menerus lantaran sejak merdeka kerap menghadapi intervensi bangsa-bangsa besar yang menghasut perpecahan dan membiayai pemberontakan.
"Bangsa Indonesia sering dihina. Tapi bangsa Indonesia, percayalah tidak mau diganggu terus-menerus. Dan bangsa Indonesia tidak bisa dihentikan," kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Prabowo menyebut bangsa Indonesia sebagai bangsa yang santun dan sabar, tetapi selalu diserang dengan keras setiap kali hendak bangkit karena kekayaan alam Nusantara yang telah dirampok selama ratusan tahun.
"Berpuluh tahun sejak kita merdeka, bangsa-bangsa besar selalu intervensi, selalu ganggu kita. Selalu menghasut perpecahan. Selalu membiayai pemberontakan kerusuhan, adu domba," katanya.
Presiden menyinggung sejumlah pemberontakan pada masa lalu sebagai bentuk politik pecah belah atau divide et impera, mulai dari DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), RMS, PRRI/Permesta, hingga pemberontakan 1948.
Ia juga mengingatkan krisis 1997-1998, ketika banyak pihak meramalkan, berharap agar Indonesia terpecah.
"Mereka yakin Indonesia pecah tahun 99, tahun 2000. Ternyata kita punya ketahanan nasional yang cukup kuat saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.
Prabowo juga membahas mengenai karhutla yang menurut hasil penyelidikan di lapangan tidak semata-mata fenomena alam, melainkan melibatkan campur tangan manusia, termasuk korporasi.
Presiden meminta kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Kehutanan, dibantu TNI dan intelijen, mengusut tuntas kasus tersebut serta mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar, termasuk perusahaan dari negara tertentu yang kerap menghina bangsa Indonesia.
Prabowo juga menyinggung penyelundupan timah, emas, batu bara, kayu, hingga BBM dan pupuk bersubsidi yang ia ibaratkan sebagai darah bangsa yang terus bocor.