Ia mengatakan perihal itu BRIN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi proses obat herbal.
"Dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Nah, sekarang ingin menuju pada fitofarmaka," ujar dia.
Fitofarmaka sendiri merujuk pada obat bahan alam yang berasal dari tanaman dan telah dibuktikan keamanan serta khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik pada hewan percobaan serta uji klinik pada manusia.
Ia mengatakan untuk menjadi fitofarmaka itu, maka diperlukan berbagai uji klinis, dan BRIN saat ini tengah melakukan itu dengan berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPOM.