Dalam industrialisasi, Indonesia dan Rusia harus bersama-sama menciptakan nilai tambah. Prabowo menyambut kemitraan dalam pengolahan hilir dan dalam menghasilkan barang-barang yang digunakan masyarakat kita setiap hari seperti makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, obat-obatan, dan elektronik konsumen.

"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan teknologi berskala penuh, dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional," beber Prabowo.

Indonesia, kata Prabowo, juga menyambut kerja sama dengan Rusia di bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi. Dari Indonesia, Prabowo juga mengajak sektor bisnis Rusia bisa menjangkau pasar ASEAN yang lebih luas.