NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto berencana menambah jumlah personel Polisi Hutan (Polhut) yang kini sekitar 4.500 orang jadi sekitar 70.000 orang. Rencananya langkah penambahan personel ini dilakukan secara bertahap hingga 3-4 tahun ke depan.
Menurutnya langkah ini penting untuk dilakukan guna memperketat pengawasan kawasan hutan yang memiliki luas hingga puluhan juta hektare sekaligus untuk mengamankan kekayaan negara di sekitar kawasan tersebut.
"Saya telah mengajukan APBN kalau tidak salah tambahan 4.500 Polisi Hutan menjadi 70.000 Polisi Hutan. Saya tidak tahu berapa tahun bisa tercapai," ujar Prabowo di acara Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara oleh Satgas PKH, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Ia memperkirakan pada 2027 nanti jumlah personel Polhut sudah bisa bertambah jadi 21.000 orang. Kemudian jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai target 70.000 personel tadi dalam 3-4 tahun ke depan.
"Dari 70.000 baru bisa, bisa 21.000 tahun 2027. Berarti mungkin 3-4 tahun kita akan sampai 70.000," lanjut Prabowo setelah bertanya ke Menteri Keuangan Suahasil Nazara terkait pengajuan tambahan personel Polhut dalam APBN.
Selain Polisi Hutan, pemerintah juga akan memperkuat jajaran Bea Cukai serta aparat keamanan lainnya di jalur perbatasan. Penambahan personel dan armada kapal patroli akan dilakukan untuk mengawasi ratusan pelabuhan dan bandara di Indonesia demi mencegah praktik penyelundupan serta peredaran narkotika.
"Demikian juga Bea Cukai, sekian ratus pelabuhan, sekian ratus lapangan terbang. petugasnya berapa? kapalnya berapa? Demikian juga aparat-aparat keamanan kita lainnya, kita paham itu. Karena itu kita akan mengejar dan memperbaiki," pungkas Prabowo.