NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali rencana pemerintah untuk menata dan memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ditargetkan sebanyak 700 BUMN akan ditutup atau dilebur dengan perusahaan pelat merah lainnya.

"Kita bertekad sekarang untuk efisiensi dari 1.000 BUMN, 1.074, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 364 sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup," ujar Prabowo dalam Rakornas TPAKD, Jakarta Utara, Kamis kemarin

Meski begitu, Prabowo mengakui proses pembenahan struktur dan pengurangan jumlah BUMN tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu serta kerja keras secara bertahap. Namun ia tetap berkomitmen untuk terus menutup atau melebur BUMN yang terbukti merugikan negara.

"Pengalihan ini, perbaikan ini tidak bisa seketika. Kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat nabi Musa atau nabi Sulaiman. Tapi kita sudah buktikan dalam dua tahun kita bekerja, sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup," terangnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah juga tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah yang terus merugi atau yang berani melakukan praktik manipulasi dan kecurangan pengelolaan keuangan.

"Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat," pungkas Prabowo.