Menurutnya, strategi divide et impera atau politik pecah belah yang diterapkan penjajah merupakan salah satu pelajaran penting yang perlu dipahami generasi muda.
"Itu sejarah kita. Itu yang harus kita belajar. Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun mereka punya ajaran devide at Impera. Pecah belah, pecah belah. Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita," tegas Presiden Prabowo.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa para pendahulu bangsa juga memiliki banyak keunggulan dan pencapaian yang patut dihargai.
Namun, generasi penerus tetap perlu memahami kekurangan dan kesalahan yang pernah terjadi sebagai bahan pembelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih kuat.