NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta kepala daerah tak perlu takut soal efisiensi anggaran yang membuat transfer dana ke daerah (TKD) dipangkas pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).
Ia lantas berjanji gelontoran duit dari pusat ke daerah akan jauh lebih besar di masa kepemimpinannya dibandingkan pemerintahan terdahulu.
"Bupati dan para gubernur, jangan khawatir bukan kita kurangi uang ke kabupatenmu ya. Nanti saya buktikan uang yang mengalir ke provinsimu itu jauh lebih (besar) di zaman saya memerintah daripada sebelum ini," ujarnya.
Prabowo tak menjelaskan lebih rinci bagaimana strateginya. Namun, ia optimis pada tahun-tahun mendatang, aliran dana pusat ke daerah bakal lebih baik.
"Tahun akan datang, saya yakini akan lebih banyak lagi yang kita salurkan. Seluruh potensi kita adalah untuk perkuat rakyat," pungkasnya.
Pada Juli lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengidentifikasi sejumlah daerah yang mengalami kesulitan keuangan.
Pemetaan tersebut dilakukan dengan melihat kondisi keuangan daerah, termasuk posisi uang pemerintah daerah di perbankan dan pemanfaatannya.
"Kita memang periksa daerah-daerah mana aja yang enggak punya duit. Kita lihat uang mereka di bank seperti apa, dipakai apa enggak," ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat masih menjabat Menteri Keuangan dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (21/7).
Purbaya mengatakan pemerintah juga telah merumuskan besaran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk sejumlah daerah yang dinilai membutuhkan dukungan fiskal.
Namun, ia belum dapat mengungkapkan besaran maupun daftar daerah yang akan menerima tambahan TKD tersebut. Rencana tersebut masih harus mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Kemenkeu juga perlu berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan daerah yang diusulkan memang membutuhkan tambahan dana dari pemerintah pusat.
"Sekarang sih kita udah punya angka tertentu, tapi belum kita bisa umumkan karena saya mesti dapat izin dari Bapak Presiden dan juga komunikasi nanti dengan Kementerian Dalam Negeri betul enggak yang kita propose itu (nama-nama daerah). Belum bisa saya beritahu sekarang," ujar Purbaya.
Pada tahun ini, jumlah alokasi TKD sebesar Rp692,99 triliun menurun sekitar 24 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp919,9 triliun.