NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kredibel. Hal tersebut menjadi arahan Prabowo dalam rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta APBN dikelola secara kredibel dan efisien. Langkah tersebut dinilai penting agar anggaran negara digunakan secara tepat sasaran.
"Arahan Bapak Presiden adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan, perlindungan sosial, dan juga membangun infrastruktur," ucap Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Suahasil juga melaporkan target pendapatan negara Rp 3.400 triliun dengan anggaran belanja negara Rp 4.100 triliun. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kondisi ekonomi.
Di sisi lain, Suahasil juga banyak membahas tentang ekosistem investasi. Namun ke depan, investasi ini dikelola langsung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Jadi, ibaratnya Danantara dan APBN itu saling kolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia," jelasnya.
Suahasil menambahkan, APBN akan dialokasikan untuk membiayai infrastruktur pelayanan publik dan juga operasional dari pemerintah. Sementara Danantara, akan ditugaskan dalam hal investasi.
"Investasi akan sangat kuat di Danantara. Tadi kita banyak membicarakan gerak sinergi yang perlu kita lakukan bersama," pungkasnya.