NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan perkataan Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan Indonesia masuk tujuh besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia berdasarkan laporan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Prabowo menyebut bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya dan besar.
Menurut Airlangga, posisi ketujuh tersebut didasarkan pada metode purchasing power parity (PPP). Perhitungannya disesuaikan dengan kemampuan daya beli nyata masyarakat serta kemampuan untuk belanja, bukan berdasarkan produk domestik bruto (PDB) dalam dolar Amerika Serikat (AS).
"Kalau kita berdasarkan purchasing power parity memang sekitar tujuh, nomor tujuh. Kalau berbasis kepada US Dollar, GDP, G20, kita kan nomor 16, nomor 17," ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (23/10/2026).
Saat ditanya mengenai anggapan urutan tujuh besar tersebut tidak sesuai dengan apa yang dirasakan langsung oleh masyarakat, Airlangga kembali menekankan indikator PPP memang secara khusus dirancang untuk mengukur dan menyesuaikan dengan daya beli serta kemampuan belanja riil masyarakat setempat.