Berdasarkan arah RPJPD Kulon Progo 2025–2045, koridor prioritas utama pengembangan pariwisata meliputi Temon, Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh, yang kemudian diperkuat oleh Nanggulan dan Kalibawang.
"Dari kawasan tersebut, Kapanewon Temon ditempatkan sebagai fokus prioritas utama dalam lima tahun mendatang," katanya.
Kawasan Temon dinilai sangat potensial karena lokasinya yang melekat dengan bandara YIA, aksesibilitas yang memadai, serta berdekatan dengan destinasi wisata pantai.
Oleh karena itu, arah pengembangan Temon difokuskan pada penguatan wisata industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Meski demikian, Kus Endarto menyoroti tantangan yang masih dihadapi di kawasan tersebut. Saat ini, telah beroperasi tiga hotel besar di Kapanewon Temon, yaitu Hotel Morazen, Hotel Novotel, dan Hotel Ibis. Namun, tingkat keterisian atau okupansi hotel-hotel tersebut diakui masih sangat minimalis.
Untuk mengatasi persoalan ini, Kus Endarto menekankan perlunya sebuah magnet khusus yang dapat membuat masyarakat atau wisatawan secara sengaja berkunjung dan datang ke Kulon Progo, bukan sekadar melintas.
"Salah satu usulan strategis yang didorong adalah pembangunan kompleks arena indoor multifungsi bertaraf internasional di dekat kawasan YIA," katanya.