NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap proses revitalisasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sempat berjalan maju-mundur. Pramono menyebut kendalanya justru berasal dari birokrasi.
Hal itu disampaikan Pramono saat meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate di Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026). Pramono mengatakan proses revitalisasi Blok M sempat mengalami ketidakpastian. Dia bahkan sempat meminta Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mencari investor lain jika proses tersebut terus berjalan maju-mundur.
"Ketika prosesnya masih maju mundur, maju mundur, maju mundur, saya bilang sama Pak Dirut, 'Pak Dirut kalau maju mundur, maju mundur, cari investor yang lain. Ini jangan-jangan Intiland-nya nggak mau'," kata Pramono.
Namun, menurut Pramono, persoalannya bukan karena pihak investor tidak berminat. Dia justru mengakui ada kendala dari internal birokrasi.
"Ternyata bukan. Sering kali problemnya saya harus katakan dengan jujur, ada pada birokrasi sendiri," ujarnya.