Menurut Pramono, penyederhanaan birokrasi diperlukan agar investor lebih mudah merealisasikan pembangunan. Dia meyakini kemudahan tersebut pada akhirnya akan memberikan dampak bagi Jakarta.
Revitalisasi Blok M fase ultimate akan mencakup sejumlah perubahan besar. Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan ada lima transformasi yang disiapkan, yakni revitalisasi terminal, pengembangan mixed use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, destinasi komersial baru, serta ruang terbuka publik.
Kawasan Blok M nantinya ditargetkan menjadi 10 kali lebih besar dari kondisi saat ini. Sementara ruang terbuka publik akan diperluas hingga lima kali lipat.
"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total sepuluh kali lebih besar dari yang ada," kata Tuhiyat.