Ia menilai, perfilman juga memiliki rantai nilai yang luas, mulai dari penulisan skenario, produksi, dan pascaproduksi hingga distribusi. Aktivitas tersebut turut menggerakkan penyedia peralatan, kostum, katering, transportasi, akomodasi, serta UMKM lokal.
Agenda hari pertama JFS x JEF berfokus pada penguatan kebijakan dan kesiapan kota dalam mendukung industri perfilman.
Pembahasan mencakup pengembangan kota yang ramah produksi film, penyederhanaan perizinan, insentif produksi, pemanfaatan aset daerah sebagai lokasi dan fasilitas produksi, serta kerja sama industri perfilman di kawasan Asia.
Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan menjadi masukan untuk meningkatkan daya tarik Jakarta bagi produksi domestik maupun internasional.
Selain itu, JEF membuka ruang partisipasi akademisi, generasi muda, dan pelaku usaha melalui showcasing karya pemenang Lomba Karya Tulis dan Lomba Artikel JEF 2026, pemutaran film pendek hasil kompetisi Jakarta Youth Film Festival (JYFF), mini talkshow ekosistem perfilman, showcase produk UMKM, serta booth layanan ekonomi kreatif dan edukasi kebanksentralan.