Pramono mengungkapkan Jakarta berhasil meraih nilai tertinggi secara nasional dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dengan skor 56,97. Meski demikian, capaian tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menangkal hoaks.

Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, telah menyediakan layanan Jalahoaks sebagai sarana pemeriksaan fakta dan klarifikasi informasi. Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan tersebut ketika menemukan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki Jalahoaks sebagai sarana pemeriksaan fakta dan klarifikasi informasi. Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini ketika menemukan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru telanjur menyebar dan menimbulkan keresahan," tegasnya.

Pramono berharap para Duta Antihoaks Jakarta 2026 tidak hanya menjalankan tugas sebagai penerima penghargaan. Mereka juga diharapkan mampu menjadi penggerak literasi digital dengan mengajak teman sebaya dan komunitas sekolah membangun kebiasaan bermedia sosial secara kritis dan bertanggung jawab.

Selain menangkal informasi palsu, Pramono turut mendorong generasi muda memanfaatkan kreativitas digital untuk memperkenalkan Jakarta kepada masyarakat luas menjelang usia 500 tahun kota tersebut pada 2027.

"Terlebih, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Saya ingin anak-anak muda ikut memperkenalkan Jakarta melalui konten yang kreatif, positif, dan tentunya berdasarkan fakta," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan program Duta Antihoaks 2026 telah melalui sejumlah tahapan seleksi. Proses tersebut meliputi seleksi administrasi, pelatihan, hingga pengembangan proyek kampanye literasi digital.