Para peserta sebelumnya mengikuti in-house training dan pembekalan penyusunan kampanye yang digelar di Ancol, Jakarta Utara. Dari seluruh peserta, sebanyak 10 finalis kemudian terpilih untuk menjalankan proyek kampanye pada 28 Agustus hingga 25 September 2026.

Hasil kampanye tersebut selanjutnya dipresentasikan di hadapan dewan juri pada 29 September 2026 hingga akhirnya ditetapkan dua pelajar sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026.

Marulina menilai peran generasi muda dalam ekosistem digital semakin strategis. Mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga turut memproduksi konten dan membentuk opini di lingkungan pergaulan.

"Generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga pembuat konten dan pembentuk opini di lingkungan pergaulannya. Karena itu, program Duta Antihoaks dirancang agar para pelajar dapat menjadi penggerak perubahan perilaku digital," tegas Marulina.

Selama satu tahun ke depan, kedua duta tersebut akan menjalankan program edukasi interaktif ke sejumlah sekolah bersama Diskominfotik DKI Jakarta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

Program tersebut juga mencakup kampanye digital bulanan, pembentukan agen antihoaks di sekolah, serta edukasi terkait berbagai isu yang berkembang di Jakarta.

"Mereka akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi interaktif bersama Diskominfotik dan Komdigi RI. Kemudian, melakukan kampanye digital bulanan, lalu membentuk agen anti-hoaks sekolah, artinya menggandeng komunitas-komunitasnya untuk ikut bersama dalam kegiatan ini dan memberikan edukasi berbasis isu-isu di Jakarta," ujar Marulina.