NADIKABAR.COM — Pramuka santri didorong memadukan nilai keislaman, kebangsaan dan kejuangan sebagai bekal membangun karakter generasi muda sekaligus menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar dan lokakarya bertajuk "Nilai-Nilai Kebangsaan, Keislaman dan Kejuangan Pramuka Santri" yang digelar di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu.

“Keislaman berpijak pada prinsip rahmatan lil 'alamin dan ketakwaan sosial. Kebangsaan bertumpu pada hubbul wathan minal iman dan komitmen menjaga NKRI. Kejuangan lahir dari etos mujahadah serta ketangguhan fisik, mental, dan intelektual," ujar Ketua Umum MUI Kota Malang sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang Isroqunnajah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Lokakarya tersebut merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 4.524 pramuka santri dari berbagai kontingen di seluruh Indonesia.

Mengutip pesan Syekh Mustafa Al-Ghalayini dalam kitab "Idhatun Nasyi'in", Isroqunnajah menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa.

“Sesungguhnya di tangan para pemuda-lah urusan umat, dan pada langkah kaki merekalah terletak kehidupan umat. Tangan pemuda menentukan arah, langkah kakinya adalah aksi nyata mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.