Ia juga mengingatkan para santri agar tidak hanya mengandalkan nama besar dan keberhasilan generasi pendahulu. Mengutip Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengatakan pemuda sejati adalah mereka yang mampu menunjukkan jati diri melalui karya dan kontribusi.

β€œSantri harus membuktikan karya dan kontribusinya sendiri, termasuk melalui Pramuka," katanya.

Menurut dia, pramuka santri juga memiliki peran strategis dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam konteks sejarah, Isroqunnajah mengingatkan bahwa kalangan pesantren memiliki kontribusi dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia mencontohkan Resolusi Jihad 1945 yang digerakkan KH Hasyim Asy'ari serta Jenderal Soedirman yang merupakan kader Pandu Hizbul Wathan. Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi modal bagi generasi santri untuk melanjutkan perjuangan, bukan sekadar dijadikan alasan untuk berbangga terhadap capaian pendahulu.