Untuk menghadapi tantangan masa depan, ia menawarkan tiga pilar strategis bagi pramuka santri, yakni cyber-dakwah, eco-jihad, dan global leadership.
Cyber-dakwah diarahkan pada penguatan literasi digital dan penyebaran narasi kebangsaan. Sementara eco-jihad diwujudkan melalui pengembangan pesantren hijau dan kepedulian terhadap konservasi lingkungan.
Adapun global leadership diarahkan pada penguasaan bahasa asing, kewirausahaan, serta kemampuan bersaing di tingkat global dengan tetap mempertahankan jati diri keislaman dan kebangsaan.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap kolaborasi antara pondok pesantren (Ponpes) dan Pramuka mampu melahirkan generasi berdaya saing yang akan membawa Indonesia lebih mampu berbicara banyak di dunia internasional.
“Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional,” kata Nasaruddin Umar.