Menurutnya, prospek bisnis asuransi energi masih terbuka seiring berkembangnya berbagai proyek strategis dan meningkatnya aktivitas industri migas.

Sebagai anak usaha dari PT Pertamina (Persero), Tugu Insurance menilai sektor energi masih akan menjadi motor utama pertumbuhan bisnis Perseroan. Pengalaman panjang dalam menangani risiko risiko besar di sektor migas, marine hull, hingga aviation turut memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem energi nasional.

"Kami memiliki rekam jejak yang kuat di lini bisnis ini, serta fokus pada pengelolaan risiko komersial, kebakaran, dan industri energi. Hal tersebut menjadi keunggulan kami dalam mendukung kebutuhan proteksi sektor energi nasional," ujar Dudi.

Selaras dengan kinerja asuransi energi offshore, Tugu Insurance juga menunjukkan kinerja positif sepanjang semester I-2026 (konsolidasi). Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp 480,29 miliar, tumbuh 76,87% dibandingkan Rp 271,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.