NADIKABAR.COM — Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam kebijakan Israel yang disebutnya tidak lagi sekadar membahayakan solusi dua negara, tetapi juga mengancam "kelangsungan hidup dan eksistensi" rakyat Palestina.
Abbas menyampaikan pidato via rekaman video yang ditayangkan di ruang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setelah otoritas Amerika Serikat (AS) menolak visa masuk untuk dirinya. Dia sempat mengecam AS atas penolakan itu, yang disebutnya sebagai langkah "punitif".
Dalam pidatonya pada Kamis (24/9) waktu setempat, Abbas menuduh Israel melancarkan "skema kolonial jahat" yang bertujuan mempersulit kehidupan warga Palestina dan memaksa mereka untuk pergi dari tanah mereka.
"Bahayanya tidak lagi terbatas pada upaya melemahkan solusi dua negara dan menghalangi terwujudnya negara Palestina. Situasi ini sekarang mengancam kelangsungan hidup dan eksistensi rakyat Palestina di tanah air mereka sendiri," ujar Abbas dalam pidatonya, seperti dilansir AFP, Jumat (25/9/2026).