"Apa yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur bukanlah insiden yang terisolasi, melainkan skema kolonial jahat yang bertujuan untuk mempersulit kehidupan warga Palestina di tanah air mereka sendiri dan memaksa mereka untuk pergi meninggalkannya," kata Presiden Palestina tersebut.
Lebih lanjut, Abbas menyebut perluasan pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat "bertujuan untuk memisahkan wilayah utara Tepi Barat dari wilayah selatannya, mengisolasi Yerusalem Timur dari lingkungan sekitarnya yang berpenduduk Palestina, dan mencegah terwujudnya negara Palestina yang wilayahnya saling terhubung secara geografis".
"Hal ini menuntut intervensi yang mendesak dan bertanggung jawab dari Dewan Keamanan PBB," cetusnya.
Menyinggung lebih spesifik soal Jalur Gaza, Abbas menyebut langkah-langkah internasional untuk menghentikan agresi Israel belum juga membuahkan hasil nyata. Dia menyayangkan "pilihan damai dan beradab" yang diambil Otoritas Palestina untuk menempuh jalur lembaga internasional demi melindungi hak-hak Palestina, serta sikap "menyambut baik" rencana perdamaian Gaza berisi 20 poin yang digagas Presiden AS Donald Trump.