NADIKABAR.COM — Presiden Komite Paralimpiade Asia (APC) Majid Rashed mengenang perjalanan 51 tahun ajang olahraga para regional Asia yang bermula dari penyelenggaraan FESPIC Games di Jepang pada 1975, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, Minggu.
"Lima puluh satu tahun lalu, Oita di Jepang menjadi tuan rumah ajang olahraga para regional pertama di Asia di bawah visi dan kepemimpinan Dr. Yutaka Nakamura," kata Rashed.
Ia mengatakan penyelenggaraan ajang tersebut pada 1975 menjadi bagian penting perkembangan olahraga para Asia dengan melibatkan 973 atlet dari 18 negara yang bersaing dalam delapan cabang olahraga.
"Lihatlah kita hari ini. Lihatlah seberapa jauh kita telah melangkah. Lihatlah bagaimana gerakan kita telah berkembang," ujar Rashed.
Ajang yang dikenal sebagai Far East and South Pacific Games for the Disabled (FESPIC Games) itu telah diselenggarakan sebanyak sembilan kali hingga 2006 sebelum dilanjutkan dalam bentuk Asian Para Games pada 2010.
Kini, Jepang kembali menjadi tuan rumah pesta olahraga para terbesar di Asia melalui Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang mempertemukan atlet dari 45 negara dan wilayah dalam 18 cabang olahraga.
Rashed juga mengenang penyelenggaraan Paralimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung tanpa penonton umum akibat pandemi COVID-19.
Menurut dia, Jepang ketika itu tetap menunjukkan komitmennya terhadap gerakan paralimpik meskipun dunia tengah menghadapi berbagai tantangan.
Kembalinya pesta olahraga para ke Jepang melalui Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dinilainya menjadi kesempatan untuk melanjutkan warisan tersebut.
Rashed mengatakan para atlet memiliki peran penting dalam perjalanan itu karena perjuangan dan pencapaian mereka dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar keberhasilan meraih medali.
"Setiap penampilan dapat menantang persepsi, setiap pencapaian dapat mematahkan stereotip, dan setiap atlet dapat memberikan keberanian kepada anak muda yang menonton dari tribun atau rumah untuk memiliki impian yang berbeda," katanya.
Ia pun mengajak seluruh atlet yang bertanding untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjadi bagian dari perubahan pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
"Babak selanjutnya dari warisan paralimpik Jepang tidak hanya akan ditulis di arena pertandingan atau tabel medali. Itu akan ditulis oleh kalian," ujar Rashed.
Asian Para GamesAichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 18–24 Oktober dan menjadi edisi kelima sejak ajang tersebut pertama kali diselenggarakan di Guangzhou, China, pada 2010.