Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kanada sekaligus Wakil Tetap RI untuk ICAO, Muhsin Syihab, menjelaskan perkembangan Indonesia tidak lepas dari sektor aviasi serta penerbangan sipil telah menghubungkan Indonesia dengan dunia dan kesempatan yang lebih luas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan RI Lukman F. Laisa, yang turut hadir di acara itu mewakili Pemerintah, menegaskan pentingnya penerbangan bagi masyarakat Indonesia.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak melihat penerbangan sipil hanya sebagai industri, tetapi juga sebagai cara hidup yang menghubungkan komunitas," kata Lukman.

Dia menambahkan konektivitas udara menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus penghubung antardaerah di Tanah Air.​​​​​​​

ICAO dibentuk pada tahun 1947 dan Indonesia pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode dalam kurun waktu mulai dari tahun 1962 hingga 2001.

Pada 2012, Indonesia membuka Kantor Kepentingan Indonesia pada ICAO (KKIP ICAO) di Montreal untuk mempererat kerja sama dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan di markas besar ICAO.