Han menyatakan kalau alur cerita fiktifnya mencerminkan ancaman keamanan yang nyata.
"Invasi Korea Utara 25 Juni 1950 adalah sejarah nyata, dan ancaman militer Korea Utara tetap menjadi kenyataan yang tak terbantahkan hingga saat ini. Daripada mencemooh permainan tersebut karena menggambarkan invasi Korea Utara, kita perlu fokus pada pertanyaan yang diajukan oleh game ini, dan bertanya jika hari itu datang lagi, apakah kita siap?," ujarnya.
Pertanyaan itu mengarah pada kebijakan keamanan pemerintahan Lee Jae Myung. Dirinya khawatir tentang kesiapan militer Korea Selatan dan potensi konsekuensi dari pengurangan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat.