NADIKABAR.COM — Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengharapkan pemerintahan baru Israel nantinya akan memungkinkan dilanjutkannya perundingan damai untuk konflik Palestina dan Israel, yang terhenti selama beberapa tahun terakhir.

"Selama bertahun-tahun, kami telah mengulurkan tangan kepada pihak Israel demi mencapai perdamaian, agar Israel dan Palestina dapat hidup dalam keamanan, stabilitas, dan kedamaian," kata Abbas dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2026).

"Kami berharap, segera setelah pemerintahan baru Israel terbentuk, kita dapat memulai dialog bersama," ucap Abbas saat berbicara dalam pertemuan Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, di Nikosia pada Kamis (28/10) waktu setempat.

Hasil akhir pemilu Israel, yang diumumkan Komite Pemilu Pusat (CEC) pada Jumat (30/10) pagi waktu setempat, menunjukkan tidak ada blok politik utama yang berhasil mengamankan mayoritas dalam parlemen atau Knesset, yang diperlukan untuk bisa membentuk pemerintahan baru.