Menurut hasil akhir resmi tersebut, koalisi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memenangkan total 53 kursi parlemen, dengan Partai Likud yang menaunginya memperoleh 27 kursi parlemen. Sedangkan kubu oposisi yang dipimpin mantan petinggi militer Gadi Eisenkot memenangkan 48 kursi parlemen.
Baik koalisi Netanyahu maupun kubu oposisi sama-sama gagal mencapai ambang batas 61 kursi, dari total 120 kursi parlemen, untuk memegang mayoritas parlemen dan membentuk pemerintahan baru.
Situasi tersebut mengisyaratkan negosiasi koalisi yang mungkin akan berlangsung alot dan bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berpotensi memicu kebuntuan politik di Israel.
Jika tidak ada pemerintahan baru yang dapat dibentuk, maka Israel berpotensi menghadapi pemilu baru, seperti yang terjadi beberapa kali di masa lalu.