Kasusnya kian sensitif karena Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta sejumlah pejabat tinggi pemerintahan juga masuk daftar target.

Sempat terjadi ketegangan diplomayik antara Jakarta-Canberra, akan tetapi hubungan mulai mencair pada Mei 2014 setelah Australia menunjukkan komitmen membahas kode etik hubungan bilateral dan SBY memerintahkan Dubes RI kembali bertugas di Canberra.

Presiden Prancis 1995-2007 Jacques Chirac diincar Amerika Serikat untuk dipantau komunikasinya. Namanya masuk dalam dokumen rahasia National Security Agency (NSA) NSA yang dipublikasikan WikiLeaks pada Juni 2015. Dokumen tersebut mengungkap intelijen AS melakukan pengawasan langsung terhadap komunikasi tiga presiden Prancis, termasuk Chirac.

Informasi yang dikumpulkan tidak hanya berkaitan dengan komunikasi pribadi. Intelijen AS juga menyasar informasi mengenai keputusan politik dan diplomatik pemerintahan Prancis.

Penerus Jacques Chirac pun jadi target sasaran pengawasan AS. Dokumen rahasia NSA yang dibocorkan WikiLeaks menunjukkan komunikasi Sarkozy dipantau selama masa kepemimpinannya. Salah satu dokumen bertanggal 2008 bahkan secara khusus menyoroti pandangannya mengenai krisis keuangan global.

Dokumen berjudul 'Sarkozy Sees Himself as Only One Who Can Resolve World Financial Crisis' menggambarkan penilaian Sarkozy bahwa kesalahan kebijakan pemerintah AS turut memicu persoalan ekonomi dunia.

Penyadapan yang dilakukan AS terhadap Prancis ternyata dilakukan lagi kepada FranΓ§ois Hollande, yang menggantikan Sarkozy. Dirinya juga masuk dalam daftar target NSA.

Dokumen rahasia yang dipublikasikan WikiLeaks pada Juni 2015 mengungkap bahwa komunikasi Hollande dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Prancis turut dipantau.