"Berdasarkan hasil pemetaan, kasus di Jakarta Selatan sering kali dipicu oleh tingginya tingkat kepercayaan keluarga kepada pihak pengasuh dalam merawat anak," katanya.
Ia menambahkan edukasi mengenai gizi dan pola asuh perlu diperkuat dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan mendorong keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyampaikan pesan edukasi.
Firmanudin menyebut Kecamatan Jagakarsa saat ini tercatat sebagai wilayah dengan kasus stunting paling luas dan terpadat di Jakarta Selatan sehingga memerlukan perhatian serta intervensi yang lebih optimal.
"Penanganan stunting memerlukan keterlibatan aktif secara berjenjang, hingga pengurus lingkungan. Saat ini, Kecamatan Jagakarsa tercatat sebagai wilayah dengan kasus stunting yang paling luas dan terpadat di Jakarta Selatan," ucapnya.