NADIKABAR.COM — Seorang pria bernama Eko Febriansyah menjadi korban intimidasi oleh sekelompok penagih utang atau debt collector di kawasan Jalan Menceng Raya, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), Selasa pagi.
“Jadi, pada saat saya mau berangkat kerja tadi pagi, di jalan saya tiba-tiba diserempet sama enam orang. Dipepet, saya hampir terjatuh. Mereka bilang, 'Ini motor enggak ada pelatnya, kami mau periksa',” kata Eko kepada wartawan di Polsek Kalideres, Jakarta Barat, Selasa.
Eko juga mengaku mendapat ancaman lantaran menolak motornya diperiksa.
Bahkan, saat hendak putar balik untuk meminta bantuan keluarga, motornya ditabrak oleh salah seorang debt collector tersebut.
Situasi pun memanas. Saat para debt collector bersikeras untuk memeriksa sepeda motornya, Eko tetap menolak, sehingga aksi saling tarik kerah baju tak terhindarkan.
“Saya bilang, 'Lho, kalian kan bukan polisi, apa hak kalian buat periksa-periksa motor saya?' Terus kerah baju saya langsung ditarik, 'Kamu jangan sombong kamu. Kamu anggota (polisi)?'” tutur Eko.
Dalam adu mulut tersebut, Eko menegaskan dirinya paham prosedur pemeriksaan kendaraan dan menolak menyerahkan motornya kepada orang yang bukan petugas berwenang.
Akan tetapi, para debt collector itu tidak mau kalah dan tetap memaksa Eko untuk mengikuti keinginan mereka. Eko pun disebut tidak kooperatif karena terus melakukan penolakan.
“Ya, karena kalian bukan anggota (polisi), gimana saya mau kooperatif? Saya enggak akan pernah menyerahkan motor saya ke kalian,” kata Eko menirukan percakapannya dengan para debt collector itu.