Di tengah kejadian itu, Eko berinisiatif melakukan panggilan video dengan seorang anggota Polsek Kalideres.
Dia bermaksud meminta bantuan sekaligus menjadikan anggota polisi tersebut sebagai saksi apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya.
“Saya sambil video call anggota Polsek Kalideres, 'Bang, mohon izin, tolong saksiin,' saya bilang. Ini motor saya mau dirampas,” ungkap Eko.
Namun, menurut pengakuan Eko, para pria tersebut justru meremehkan anggota polisi yang dihubunginya.
Mereka bahkan mengklaim memiliki backing di Mabes Polri.
“Lu baru video call, cuma yang lu telepon itu anggota ecek-ecek. Gua punya backing, abang gua itu di Mabes Polri, gua enggak pernah takut!” ujar Eko menirukan ucapan salah seorang pria tersebut.
Merasa terancam, Eko kemudian pulang ke rumah untuk mengambil BPKB sepeda motornya. Ia juga memanggil pamannya agar bisa membantu menghadapi persoalan tersebut.
Eko menegaskan tidak bersedia meninggalkan motornya bersama orang-orang yang mencegatnya.