Setelah itu, JI mengajak korban keluar dari klinik untuk membeli makanan dan keduanya kembali terlibat pertengkaran di dalam mobil. JI disebut merasa marah karena korban membentaknya dan dianggap tidak menghargai dirinya sebagai suami.
"Setelah itu pelaku mengajak korban pergi untuk membeli makanan. Saat berada di dalam mobil, pelaku kemudian bertengkar dengan korban karena telah membentak dan tidak menghargai pelaku sebagai seorang suami," tuturnya.
Ia menambahkan setelah pertengkaran itu keduanya kembali masuk ke klinik. Korban yang tidak terima lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Polisi yang bergerak melakukan penyelidikan langsung menangkap pelaku.
"Pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan dengan cara memukul bahu kanan korban sebanyak dua kali. Tapi pelaku tidak mengakui telah melakukan pengancaman terhadap korban menggunakan senjata air gun jenis pistol," pungkasnya.