"Dia mencuri karena tidak ada pembeli (uang buat beli) berasnya, dia punya anak dan istri," terang Herman.

Terduga pelaku juga mengaku bekerja serabutan sehingga tidak setiap hari bisa mendapatkan uang. Bhabinkamtibmas setempat kemudian mencoba memfasilitasi pertemuan tim redaksi terduga pelaku dan pengurus masjid serta ketua RT.

Dalam mediasi itu, pihak-pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan tersebut dengan kekeluargaan dan mengedepankan sisi kemanusiaan. Atas kesepakatan itu, terduga pelaku kini telah dibebaskan.