Johari dan Yusran langsung mendatangi korban sambil membawa parang. Aksi pembacokan tersebut terhenti setelah istri pelaku berteriak menyuruh mereka mundur dan meninggalkan kedua korban dalam kondisi terluka parah.

"Pelaku langsung mendatangi rumah empang milik korban dan melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang. Setelah itu mereka pergi meninggalkan korban," katanya.

Dipo mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, aksi nekat pelaku didasari oleh persoalan harta warisan yang belum selesai dibagi. Dia menegaskan bahwa Johari bersaudara dengan kedua korban Darman dan Lukman.