"Anak saya waktu itu masih kecil dan takut untuk cerita. Setelah diperiksa, baru kemudian keterangannya muncul," ujarnya.
Ia juga telah melakukan pelaporan ke pihak kepolisian pada September 2024. Menurutnya, laporan itu telah ditangani Polda Jateng sejak Oktober 2024.
"Tahun 2024 saya laporan Agustus, katanya naik ke Polda Oktober, suami saya pergi dari rumah Agustus akhir. Jadi sudah 2 tahun ini. Saya sudah di-BAP," ujarnya.
Pada 2024, D mengatakan, dugaan kekerasan seksual juga muncul terhadap anak keduanya yang saat itu berusia 4 tahun. Informasi itu diketahui setelah anak sulungnya bercerita mengenai kondisi adiknya.
"Jadi dugaannya dua-duanya ini jadi korban. Dua-duanya sudah visum, menunggu hasil sperma di kelamin anak yang kedua. Bahkan dikhawatirkan anak saya punya spora yang mengarah ke kanker serviks," kata D.
"Anakku yang besar minum obat terus. Katanya bisa sembuh kalau minum obat, alhamdulillah sudah sembuh. Tapi disarankan untuk periksa ke dokter kandungan," lanjutnya.
D lantas kembali membuat laporan ke pihak kepolisian terkait kasus yang menimpa anak keduanya. Dia menyebut, penyidik telah meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk terduga pelaku.
"Kasusnya sudah bertele-tele, 2 tahun. Sama tetangga saya dikucilkan, ada yang mengira bohong. Padahal polisi sudah datang ke rumah, olah TKP, anak saya juga ditanya-tanya," jelasnya.
Saat ini, dia masih menunggu pemeriksaan lanjutan. Dia berharap, proses penyidikan dapat segera dituntaskan dan seluruh bukti diperiksa.