NADIKABAR.COM — Seorang korban pemutusan hubungan kerja (PHK) asal Amerika Serikat, Jay Jones, mendedikasikan waktunya untuk memberantas kejahatan penipuan lowongan kerja (job scam) di dunia maya.

Menggunakan julukan "The Profiler", Jones yang di-PHK dari industri periklanan pada akhir 2023 mengeklaim telah membantu menurunkan hampir 60.000 iklan lowongan kerja fiktif serta menandai sekitar 7.000 profil penipu yang mayoritas beroperasi di platform LinkedIn.

Fenomena penipuan ini makin meresahkan karena memanfaatkan profil terverifikasi, halaman perusahaan resmi, hingga deskripsi pekerjaan profesional untuk mengecoh para pencari kerja.

Aksi para peretas dan penipu lowongan kerja dinilai makin canggih dan terstruktur:

Jones mengkritik kebijakan prosedur LinkedIn yang memberi tenggat waktu hingga 14 hari bagi akun bermasalah untuk memperbarui informasi atau mengajukan banding sebelum afiliasi perusahaan palsu dapat dicopot. Menurutnya, jeda waktu tersebut memberi kesempatan bagi penipu untuk mengincar lebih banyak korban.

Menanggapi hal tersebut, Vice President of Trust Product LinkedIn, Oscar Rodriguez, menyatakan bahwa sistem otomatis LinkedIn telah memblokir hampir 90 juta akun palsu pada paruh kedua tahun 2025 sebelum sempat tayang. LinkedIn juga mengumumkan bakal meluncurkan fitur baru akhir bulan ini yang memungkinkan perusahaan terverifikasi untuk mencabut afiliasi akun karyawan palsu secara instan.

Di samping terus mencari pekerjaan tetap dan menjadi pengemudi Uber, Jones kini aktif melatih profesional keamanan siber untuk mengenali taktik penipuan lowongan kerja.

Dalam melacak jaringan penipu yang sangat rumit, Jones mengaku kerap membuka sekitar 50 tab browser sekaligus di komputernya hingga menyebabkan browser milik timnya mengalami crash beberapa kali dalam seminggu, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot, Sabtu (26/9/2026).