Para WNA tersebut disebut telah menjalani praktik prostitusi selama tiga hingga enam bulan di Bali. Tarif yang mereka pasang bervariasi berdasarkan asal negara.

Tujuh WN Nigeria disebut memasang tarif mulai AUD 800 atau sekitar Rp 10,1 juta untuk pelayanan selama satu jam. Sementara itu, tarif lima WNA lainnya berasal dari Rusia dan Kazakhstan mencapai AUD 1.100 atau sekitar Rp 13,9 juta per jam.

"Kalau untuk yang Rusia, lebih mahal dia, nggak tahu saya kenapa bisa lebih mahal," ujarnya.