"Kondisinya mengalami penganiayaan berat menggunakan batu, hingga meninggal dunia," ungkap Zainudin.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial berkenaan dengan kejadian tersebut, seperti dilihat NadiKabar, korban terlihat terkapar di pinggir jalan raya.

Lelaki penuh uban berkaus biru tua dan celana panjang hijau itu terlihat mengalami luka parah di bagian kepala. Kepala korban berlumuran darah.

Zainudin menuturkan, terduga pelaku dalam kejadian tersebut sudah berhasil diamankan oleh warga bersama petugas. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran sebelum pria muda tersebut berhasil diamankan.

"Identitas daripada pelaku, belum diketahui. Tidak ada warga yang mengenali pelaku," ungkap Zainudin.

Saat ini terduga pelaku dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah sempat menjadi bulan-bulanan warga. Menurut Zainudin, motif dalam kejadian ini sedang diselidiki.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini," pungkas Zainudin.

Hasil pemeriksaan, pelaku penganiayaan berat terhadap kakek asal Garut itu diketahui merupakan pemuda yang masih berumur 28 tahun. Dia saat itu kocar-kacir menjauh dari TKP, sehingga langsung dikejar warga.

Singkat cerita, pelaku kemudian berhasil ditangkap oleh warga dan petugas yang dikabari kejadian ini. Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa yang murka dengan tindakannya.

Pelaku yang berhasil diamankan itu kemudian diinterogasi. Namun, kabarnya lelaki muda tersebut meracau saat ditanyai oleh petugas kepolisian.

Hal tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan jika lelaki tersebut diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, polisi belum bisa memastikannya.

"Kondisi terduga pelaku akan diperiksa lebih lanjut oleh tim dokter. Tapi yang jelas, kami pastikan saat ini kasusnya sedang dalam penanganan," kata Adi kepada NadiKabar.

Usai dilakukan penyelidikan mendalam, polisi kemudian menemukan identitas yang bersangkutan. Terduga pembunuh ini diketahui merupakan AS, seorang lelaki berumur 28 tahun asal Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Garut.

"Saat ini terduga pelaku masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Slamet Garut. Untuk motif maupun latarbelakang kejadian masih dalam penyelidikan," pungkas Adi.

ABG Pangandaran yang Hilang Ditemukan Bareng 2 Pria di Penginapan

Pencarian remaja perempuan berinisial SR (15) berakhir setelah aparat kepolisian menemukannya di sebuah penginapan di kawasan wisata Pangandaran, Senin (31/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Remaja asal Kabupaten Pangandaran tersebut ditemukan dalam kondisi selamat.

Saat melakukan evakuasi, polisi juga mengamankan dua orang pria yang berada di lokasi yang sama dengan korban. Keduanya langsung digelandang ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kasus ini bermula ketika SR dilaporkan hilang sejak Sabtu (29/8/2026) siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, ia berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi bermain. Pihak keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada pukul 17.30 WIB untuk memintanya pulang, namun SR tak kunjung kembali.

Kekhawatiran keluarga memuncak saat telepon seluler SR tidak dapat dihubungi hingga pukul 23.00 WIB. Setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Titik terang muncul dua hari kemudian setelah keluarga menerima informasi keberadaan SR di salah satu penginapan. Informasi tersebut segera diteruskan ke Polres Pangandaran yang langsung bergerak cepat melakukan penjemputan.

Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, membenarkan keberhasilan operasi tersebut. Saat ini, penyidik fokus mendalami motif serta kronologi keberadaan remaja di bawah umur tersebut di penginapan bersama dua pria dewasa.

"Korban sudah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga telah mengamankan dua orang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Aiptu Yusdiana, Selasa (2/9/2026).

Yusdiana menambahkan bahwa identitas dan keterlibatan kedua pria tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi bersikap hati-hati dalam menentukan status hukum mereka sembari menelusuri hubungan keduanya dengan korban.

"Penyidik kini tengah mendalami benang merah dari keterangan para saksi dan korban," ucapnya.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung di Polres Pangandaran. Petugas terus menghimpun alat bukti guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban dan pihak-pihak yang diamankan. Kami tidak ingin menyimpulkan terlebih dahulu sebelum seluruh fakta dan keterangan diperoleh," katanya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional dengan memprioritaskan hak-hak anak.

"Di sisi lain, kami memastikan bahwa penanganan kasus ini akan berjalan dengan pengawasan ketat dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak serta menjamin pemulihan psikologis bagi korban," ucapnya.