NADIKABAR.COM — Program Studi (Prodi) Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Muslim Indonesia (UMI) membekali mahasiswa kemampuan memahami manajemen rantai pasok atau supply chain management lewat kuliah tamu. Topik tersebut dikupas tuntas oleh pakar dari Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Elisa Kusrini.
Kuliah Tamu bertajuk "The Future of Supply Chain Management: Building Smart, Resilient, and Sustainable Supply Chain through AI and Digital Innovation" berlangsung di Aula Teleconference Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMI, Senin (14/9/2026). Kegiatan dibuka oleh Dekan FTI UMI, Prof Andi Suryanto.
Suryanto mengatakan perkembangan kecerdasan buatan atau AI dan digitalisasi telah mengubah cara industri mengelola rantai pasok. Persaingan industri saat ini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk dengan biaya rendah.
"Persaingan industri saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk dengan biaya rendah, tetapi juga oleh kemampuan membangun supply chain yang smart, resilient, sustainable, cerdas, tangguh, dan berkelanjutan," katanya.
Menurutnya, berbagai gangguan pada tingkat lokal, nasional maupun global menunjukkan rantai pasok salah satu paling strategis dalam keberlangsungan industri. Gangguan pada bahan baku, produksi, transportasi maupun distribusi dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kata Suryanto, mahasiswa Teknik Industri perlu memahami bahwa supply chain masa depan bukan lagi sekadar persoalan memindahkan bahan dari pemasok ke pabrik dan produk dari pabrik ke konsumen. Tapi ekosistem yang mengintegrasikan data hingga proses bisnis.