"Supply chain masa depan adalah sebuah ekosistem yang mengintegrasikan data, manusia, mesin, teknologi, pelanggan, dan proses bisnis untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat," jelasnya.
Suryanto mengatakan FTI UMI tidak ingin menghasilkan lulusan hanya mampu menjawab bagaimana sebuah proses dibuat lebih efisien. Mahasiswa juga harus mampu merancang sistem yang cerdas, tangguh menghadapi perubahan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
"FTI UMI tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang mampu menjawab bagaimana membuat proses menjadi lebih efisien, tetapi juga bagaimana membuat proses menjadi lebih cerdas, tangguh, berkelanjutan, serta memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, mahasiswa Teknik Industri perlu membangun kombinasi kompetensi, mulai dari ilmu keteknikan hingga kemampuan bekerja dalam tim. Namun, di tengah semakin kuatnya peran AI, Suryanto mengingatkan kemampuan teknologi harus berjalan bersama integritas dan akhlakul karimah.
"Kuasailah ilmu teknik, kemampuan analitis, literasi digital, komunikasi, serta teamwork sebagai bekal kalian. Namun jangan pernah melupakan satu hal penting, yaitu integritas dan akhlakul karimah. Kecerdasan tanpa integritas dapat menjadi risiko," pesannya.
Menurutnya, AI akan terus berkembang dan digitalisasi industri akan semakin cepat. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi dan memahami perubahan.