"Dengarkan, catat, dan bertanyalah. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Semoga kuliah tamu ini memberikan wawasan dan inspirasi sehingga melahirkan gagasan-gagasan baru," harapnya.
Sementara Ketua Program Studi Doktor Rekayasa Industri UII Prof Elisa Kusrini menjelaskan aktivitas industri di Sulawesi memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas sebuah rantai pasok. Ia mencontohkan industri nikel, batu bara dan berbagai komoditas mineral yang memiliki rantai panjang.
"Supply itu artinya dari mana dimulai, yaitu dari raw materials atau bahan mentah. Di Sulawesi banyak industri tambang nikel, batu bara, dan berbagai bahan logam yang menjadi bagian dari basic industry," jelasnya.
Menurut Elisa, sebuah produk yang digunakan masyarakat sehari-hari sesungguhnya melewati perjalanan panjang. Prosesnya dimulai dari bahan mentah, pemasok, produksi, manufaktur dan perakitan, kemudian dilanjutkan dengan distribusi, retail, hingga akhirnya sampai kepada konsumen.
Karena itu, supply chain management tidak hanya mengelola satu perusahaan, tetapi menghubungkan banyak pihak dalam sebuah ekosistem. Proses tersebut mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas mulai dari sourcing atau pengadaan, proses produksi, logistik, distribusi hingga produk sampai kepada konsumen.
"Ada banyak pihak dan perusahaan yang harus dikelola, mulai dari supplier, intermediary, logistik, hingga jasa third-party logistics atau 3PL," jelasnya.