Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut setara dengan 5,79% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh APEX. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp325 per saham sehingga nilai rencana transaksi mencapai sekitar US$4,11 juta atau Rp70,88 miliar.

Aksi tersebut tidak ditujukan untuk memperoleh dana tunai. APEX akan menggunakan saham baru sebagai bagian dari penyelesaian kewajiban kepada kreditor.

Sebanyak 62,31 juta saham akan diberikan untuk menyelesaikan utang kepada HSBC Bank PLC senilai US$1,17 juta. Kemudian, 155,78 juta saham akan digunakan untuk membayar kewajiban kepada The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited sebesar US$2,93 juta.

Setelah transaksi dilakukan, kewajiban APEX kepada Kreditor Sindikasi Luar Negeri ditargetkan turun menjadi US$8,67 juta dari sebelumnya US$36,25 juta yang jatuh tempo pada 2026.

Namun, aksi tersebut akan berdampak pada dilusi kepemilikan pemegang saham lama sebesar 5,79%.

Rencana PMTHMETD tersebut masih membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026. Adapun proses konversi utang disepakati dilakukan paling lambat 31 Oktober 2026.

VKTR tengah menjajaki pendanaan hingga Rp2 triliun dari Danantara Investment Management (DIM). Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan indicative non-binding term sheet pada 28 Agustus 2026. Dana yang dibahas akan diarahkan untuk mendukung pengembangan bisnis mobility-as-a-service (MaaS), termasuk pengadaan bus dan truk listrik.

Dalam rencana tersebut, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan menjadi penjamin. Skema pendanaan juga memuat hak konversi bagi DIM. Jika hak tersebut nantinya digunakan, Danantara berpotensi memiliki saham VKTR.

Meski demikian, kesepakatan tersebut masih berada dalam tahap awal dan belum menjadi komitmen pendanaan final. Untuk pergerakan saham, VKTR masih bergerak dalam rentang Rp890-1.005.

JARR - Buy 3310-3330 | TP 3400-3450 | SL 3130

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]