"Mudah-mudahan FID (Final Investment Decision) segera, atau paling telat kalau bisa akhir Januari 2027," ujar Djoko di Jakarta,

"PJBG selain FID adalah syarat utama konsorsium Inpex menyetujui FID. Ada satu lagi pengadaan barang dan jasa. Mudah-mudahan bisa ikut cepat. Produksi gas mulai secepatnya kalau bisa 2029, bagus, 2030 paling telat akhir tahun 2030," sambung Djoko.

Presiden Direktur Inpex Masela Ltd Kenji Hasegawa menambahkan penyelesaian FEED mencakup perancangan fasilitas onshore LNG dan floating production storage and offloading (FPSO). Lalu dilanjutkan subsea umbilicals, risers and llowlines (SURF) serta gas export pipeline (GEP).

Penyelesaian FEED menjadi acuan untuk melanjutkan tahap rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (engineering, procurement, construction, and installation/EPCI), serta mencapai FID.