Laode menjelaskan sejumlah tantangan yang menyebabkan belum tercapainya target produksi tersebut. Pertama, kebocoran jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), yang menyebabkan terganggunya produksi gas di Blok Rokan.

Kedua, kendala sistem kelistrikan yang juga berdampak terhadap produksi Blok Rokan. Laode menyampaikan hingga saat ini, Kementerian ESDM masih mengupayakan agar pembangkit terkait dapat segera dioperasikan kembali, sehingga mengoptimalkan produksi Blok Rokan.