"Kami bertujuan mengubah robot yang bekerja di ruang uji coba menjadi mesin yang bisa aman beroperasi dan diandalkan untuk jangka panjang," ujar Tang.
Selain teknisi penerapan robot AI berwujud, terdapat juga insinyur kembaran digital, profesi baru lain yang diakui dan secara umum bertugas membantu menyiapkan agar robot mampu ditugaskan di dunia nyata.
Jiang Lei, yang menekuni bidang itu, bertugas membangun lingkungan virtual sebagai tempat robot-robot pemeriksa melatih ulang tugas mereka sebelum penempatan.
Menggunakan rekonstruksi tiga dimensi (3D), tim Jiang membangun tiruan digital pabrik, memberi kesempatan para robot melatih ulang rute tugas pemeriksaan mereka dan memeriksa apakah kamera mereka bisa menangkap pembacaan instrumen. Setelah tugas-tugas itu tervalidasi dalam simulasi, mereka bisa dipindahkan ke robot fisik.
Umumnya, para teknisi akan membawa robot ke situs kerja sebelum memetakan lingkungan sekeliling, menyusun rute dan menentukan titik pemeriksaan, kata Jiang.
Namun, kembaran digital memungkinkan pekerjaan tersebut dilatih ulang secara simulasi, memangkas waktu dari 2-3 pekan menjadi 2-3 hari saja. Simulasi itu juga menghasilkan data untuk pengujian dan pelatihan algoritma, mengurangi durasi serta ongkos pengumpulan data di lingkungan dunia nyata.
Seiring rantai indsutri kian terspesialisasi, terbuka pula peluang karier bagi orang-orang dari berbagai latar belakang pendidikan.