Kariernya berlanjut ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada Juni 2018, sebelum kemudian beralih memimpin Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).

Prima mulai menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan pada 1 November 2022. Ia kembali dikukuhkan dalam posisi tersebut pada 23 Mei 2025 dan mendudukinya hingga ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu pada Oktober 2026.

Di luar jabatan struktural di Kemenkeu, profil LinkedIn Prima mencatat sejumlah pengalaman lain. Ia pernah menjadi komisaris PT Semen Indonesia pada Maret 2017 hingga Februari 2023, komisaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada Juli 2015 hingga November 2020, serta komisaris Indosat Ooredoo pada Juni 2015 hingga Mei 2017.

Ia juga tercatat sebagai komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Selain itu, Prima pernah menjadi pakar di bidang kebijakan pajak dan pengelolaan belanja publik untuk pembangunan berkelanjutan di Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UN ESCAP) pada 2016-2018.

Selain pendidikan formal, profil LinkedIn Prima mencantumkan sejumlah program pendidikan eksekutif di luar negeri.

Ia mengikuti program Comparative Tax Policy and Administration di Harvard Kennedy School pada Juni 2013 serta program kepemimpinan dan pembentukan tim berkinerja tinggi di Wharton Executive Education pada September 2012.

Pada November 2018, ia juga mengikuti program di The London School of Economics and Political Science (LSE) yang berfokus pada aspek strategis, antarpribadi, dan psikologis dalam negosiasi.