NADIKABAR.COM — Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo atau Subagyo HS meninggal dunia. Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini.
Mengutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan RI, Jenderal Subagyo HS merupakan mantan Komandan Prabowo Subianto. Di pasukan korps baret merah (Kopassus), Subagyo memimpin pada 1994-1995. Di tahun 1995, Prabowo diangkat menjadi Danjen Kopassus menggantikan Jenderal Subagyo HS.
Jenderal Subagyo HS pernah menjabat KSAD selama tiga kepemimpinan presiden, yakni Soeharto, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri. Beliau juga pernah menjadi anggota Watimpres di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto dan pemerintah RI, menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Subagyo.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini," kata Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Prasetyo mengenang Subagyo sebagai sosok yang mengabdikan kehidupannya untuk negara dalam kiprahnya di TNI. Subagyo, kata Prasetyo, merupakan putra bangsa yang berdedikasi menjaga kedaulatan bangsa.
"Pengabdian dan dharma bakti almarhum dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kehormatan bangsa merupakan bagian dari perjalanan sejarah pengabdian TNI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Prasetyo menegaskan pemerintah menghormati jasa, pengabdian, dan keteladanan almarhum yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Dia berharap nilai-nilai pengabdian dan semangat patriotisme Subagyo menjadi teladan bagi generasi penerus.
"Semoga nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan semangat patriotisme yang diwariskan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan membangun Indonesia," ujar Prasetyo.
"Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdian dan darmabaktimu kepada bangsa dan negara. Innalillahi wa innailaihi raajiun," sambungnya.