NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Syahganda selama ini dikenal sebagai aktivis sekaligus akademisi yang fokus pada isu politik.
Dikutip dari pemberitaan NadiKabar, Syahganda Nainggolan dikenal sebagai aktivis, akademisi/pengamat kebijakan, dan tokoh yang aktif dalam isu politik serta ketenagakerjaan. Ia lahir di Medan, 27 November 1965.
Ia menjadi aktivis sejak menjadi mahasiswa di ITB pada era 1980-an. Karena aktivitas politiknya, pada masa Orde Baru ia dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.
Setelah era Orde Baru, Syahganda tetap aktif dalam organisasi dan politik. Ia pernah bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat (PDR) dan kemudian ikut membentuk Partai Merdeka.
Ia kemudian pernah menjabat sebagai Komisaris Pelindo II pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 2010, Syahganda mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC), lembaga kajian/konsultasi yang bergerak di bidang politik dan kebijakan publik.
Nama Syahganda sempat menjadi perbincangan 2020 ketika ia menjadi salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Kemudian, pada masa pemerintahan Prabowo, ia ikut mendirikan lembaga think tank, GREAT Institute. Lembaga ini merupakan lembaga riset bidang ekonomi, politik dan teknologi.
Presiden Prabowo kemudian melantik Syahganda sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menggantikan Muhammad Qodari. Pelantikan berlangsung di Istana Negara dan didasarkan pada Keppres Nomor 106/P Tahun 2026.
Prabowo juga melantik Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom. Dikutip dari laman PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, Fadli adalah Komisaris Utama di PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk sejak tahun 2025.
Fadli Tri Hartono merupakan lulusan sarjana S1 Fisika, Institut Teknologi Bandung (2012) dan S2 Magister Public Administration di Tsinghua University pada tahun 2021.
Fadli Tri Hartono mulai berkarir di Sekretaris Bidang Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (2019-2023), Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (2022 - 2023). Selain itu, Fadli Tri Hartono juga sempat menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara.