Untuk mendukung pelayanan tersebut, terdapat 138 SPPG yang telah beroperasi di Batam.
βTotal yang aktif itu ada 138 SPPG. Lalu bertambah 10 yang baru diluncurkan serentak secara nasional pada 14 Oktober. 10 ini belum mulai melayani pada saat itu karena kebijakan belajar dari rumah (BDR) di Batam,β katanya.
Ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini terdapat delapan SPPG yang dihentikan operasionalnya.
βSatu SPPG di Kecamatan Nongsa dihentikan menyusul kejadian luar biasa (KLB), sedangkan tujuh lainnya dihentikan karena belum memiliki Surat Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Sementara (SPKS/SPS) tahap kedua dari Badan Gizi Nasional (BGN),β katanya.
Di sisi lain, pembangunan atau pembukaan SPPG baru saat ini masih dalam masa moratorium atau penghentian sementara sesuai kebijakan BGN untuk penataan dan evaluasi pelaksanaan program MBG.
Terkait pemenuhan standar higiene dan sanitasi, Defri menyebut sebanyak 133 dari 138 SPPG yang beroperasi telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per 6 Oktober 2026.